Translate

Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2016

Nyata – Membubuh Korbannya dijadikan Furnitur

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah
Kisah Edward Theodore Gein, Sang pembunuh sadis, Pembantai manusia paling sadis, Korban ed gein, Pembunuhan berantai

Kisah Nyata – Membubuh Korbannya dijadikan Furnitur

Edward Theodore Gein atau Ed Gein adalah seorang pembunuh yang kisahnya mungkin mengilhami terciptanya karakter-karakter psikopat fiksi seperti Leatherface dari Texas Chainsaw Massacre atau Norman Bates dari Psycho.

Ed Gein yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara putra George dan Augusta Gein, adalah anak yang dibesarkan secara keras dalam keluarganya. Mereka tinggal di peternakan terpencil di luar Plainfield, Wisconsin, AS. Sang ibu selalu melarang anak-anaknya untuk bergaul karena takut terkena pengaruh buruk dari luar. Sepanjang hidupnya, Ed dan kakaknya sering mendapat perlakuan buruk dari ibu mereka secara fisik maupun mental, namun mereka tetap tumbuh menjadi anak yang patuh.

Semua berubah sejak ayah dan kakaknya meninggal. Ed Gein yang penurut berubah menjadi labil dan suka menyendiri. Ditambah kematian sang ibu yang akhirnya membuat ia depresi dan memutuskan untuk menjadi pembunuh.

Mekipun sepanjang hidupnya dia hanya didakwa untuk pembunuhan terhadap dua wanita, Mary Hogan dan Bernice Worden. Namun ia dianggap salah satu yang paling sadis.

Ketika polisi menggeledah rumah Ed, mereka menemukan hal-hal menyeramkan seperti beberapa potongan hidung dan organ tubuh manusia di dalam kulkas, juga sekumpulan tulang, serta potongan bibir manusia yang tergantung di jendela.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan perabot yang terbuat dari bagian tubuh manusia seperti mangkuk dan hiasan tempat tidur dari tengkorak kepala, sembilan topeng yang terbuat dari kulit muka, sofa dan juga kap lampu yang dibuat dari kulit manusia.

Tapi yang paling menakutkan dari semua itu adalah ditemukannya tubuh Bernice Worden yang terpotong-potong, tergantung, dan sudah dikuliti. Sementara Potongan kepala Worden ditemukan bersama dengan sepuluh kepala wanita tak dikenal, dengan batok kepala sudah terpotong oleh gergaji.

Dengan banyaknya bukti yang ditemukan, polisi sebenarnya tidak percaya Ed Gein hanya membunuh 2 orang. Namun karena tidak ada laporan orang hilang dan Ed mengaku mengambil semua sisa tubuh manusia dari kuburan yang ada di sekitar kediamannya maka Ed Gein hanya dituntut untuk dua pembunuhan saja.

Bagaimana menurutmu? Sadis?
Tag Terkait :

  • Kisah Edward Theodore Gein
  • Sang pembunuh sadis
  • Pembantai manusia paling sadis
  • Korban ed gein
  • Pembunuhan berantai

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Selasa, 12 Januari 2016

Kisah Nyata – Bayi Dijuluki Pinokio

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 
Tumbuh Otak Dihidung, Bayi Pinokio, Hidung panjang, Hidung membesar, Penyakit Hidung

Kisah Nyata – Bayi Dijuluki Pinokio

Seorang bayi asal Inggris terlahir dengan kondisi langka hingga Ia dijuluki Pinokio di dunia nyata karena hidungnya terlihat mirip dengan tokoh kartun tersebut.

Kondisi tidak wajar dari bayi bernama Ollie itu sebenarnya sudah terlihat saat sang ibu melakukan pemeriksaan USG. Pada usia kehamilan 20 minggu, dokter melihat ada semacam jaringan lunak yang tumbuh di wajah Ollie.

Amy yang merupakan ibu dari Ollie pun terkejut saat melahirkannya di Cardiff University Hospital pada Februari 2014 lalu.

"Dia begitu kecil, tapi ada benjolan besar di hidungnya seperti bola golf. Awalnya saya tidak yakin bagaimana bisa mengatasi kondisi Ollie. Tapi, saya sangat mencintai Ollie, tak peduli dengan yang terlihat pada wajah Ollie," kata Amy, dilansir dari laman DailyMail.

Otak Ollie ternyata tumbuh melalui celah tengkorak di hidung. Kondisi ini disebut encephalocele. Pada awal kelahirannya, Ollie terpaksa menjalani sejumlah operasi agar hidungnya tetap bisa bernapas dengan baik.

Mulanya Amy ketakutan jika Ollie harus menjalani operasi. Namun, menurut dokter, jika tidak dioperasi, Ollie berisiko tertular infeksi atau terkena meningitis jika pertumbuhan otak terus mengganggu jalur pernapasan di hidung.

Akhirnya, pada November 2014, Ollie sukses menjalani operasi selama dua jam di Rumah Sakit Anak Birmingham. Dokter membuka tengkorak kepala Ollie dan membuang cairan berlebihan di otak.

"Setelah operasi, Ollie memiliki bekas luka zig-zag besar di kepalanya. Ia pasti sangat merasa kesakitan, tapi Ia terus tersenyum dan tertawa," lanjut Amy.

Martin Evans dari Rumah Sakit Anak Birmingham mengungkapkan, kasus Ollie sangat langka dan Ia hanya menemukan satu kasus per tahun. Martin mengaku senang operasi Ollie berjalan sukses.

Meski begitu, Ollie perlu kembali menjalani operasi karena Ia terus mengalami pertumbuhan. Amy juga rutin membawa Ollie cek kesehatan di rumah sakit.

Setelah menjalani operasi, kini Ollie tumbuh seperti anak kecil lainnya. Menurut Amy, Ollie sangat ceria dan selalu membuatnya tertawa.

Apa pendapatmu terkait kisah dari si 'Pinokio' kecil ini?
Sumber : IG ceritadanmitos

Tag Terkait :

  • Tumbuh Otak Dihidung
  • Bayi Pinokio
  • Hidung panjang
  • Hidung membesar
  • Penyakit Hidung

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda

Rabu, 23 Desember 2015

Kuburan Bayi di Pohon Tarra Tana Toraja

Cerita Mitos | Cerita Fakta | Kisah Nyata | Cerita Legenda | Masa Sejarah 

Kisah Nyata – Kuburan Bayi dalam Pohon Tarra di Tana Toraja

kuburan tana toraja, kuburan batu toraja, mayat berjalan toraja
Kuburan Bayi di Pohon Tarra Tana Toraja
Masyarakat di Tana Toraja memang diketahui memiliki berbagai cara unik untuk menguburkan anggota keluarga yang sudah meninggal. Salah satu contohnya adalah kuburan bayi di dalam pohon di desa Kambira.

Di sana, bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang yang dibuat di pohon Tarra. Lubang itu kemudian ditutup menggunakan anyaman ijuk.

Dipilihnya pohon Tarra sebagai tempat penguburan bayi sendiri dikarenakan pohon ini memiliki banyak getah yang bisa dianggap sebagai pengganti air susu ibu.

Dengan menguburkan bayi di pohon ini, orang-orang Toraja menganggap sang bayi seperti dikembalikan ke rahim ibunya dan mereka berharap pengembalian bayi ini ke rahim ibunya akan menyelamatkan bayi-bayi yang akan lahir kemudian.

Pohon Tarra umumnya memiliki diameter cukup besar sekitar 80 hingga 100 cm. Pemakaman seperti ini dilakukan oleh orang Toraja pengikut ajaran kepercayaan kepada leluhur.

Upacara penguburan ini biasanya dilaksanakan secara sederhana dan bayi yang dikuburkan tidak dibungkus dengan kain, sehingga seperti masih berada di rahim ibunya.

Sementara itu, penempatan jenazah bayi di pohon Tarra ini selalu disesuaikan dengan strata sosial masyarakatnya. Semakin tinggi derajat keluarga bayi tersebut, maka semakin tinggi letaknya di pohon Tarra. Bayi yang dikuburkan di pohon ini tidak diletakan sembarangan melainkan diletakkan di lubang yang mengarah ke tempat tinggal keluarganya.

Tertarik melihatnya secara langsung?

jadi menurut kalian gimana. coba kalian coment dibawah

Tag Terkait :

  • kuburan tana toraja
  • kuburan batu toraja
  • mayat berjalan toraja

Fakta dan Mitos | Kumpulan Fakta | Kisah Nyata | Kumpulan Sejarah | Cerita Rakyat Legenda